Untuk malam yang teramat terang hingga siang menjadi pekat
Bolehkah aku mengintip dibalik tirai, Wajah purnama yang merona
Kau fatamorgana, penghias semu
Di hadpanku ada cawan rindu yang membeku
Membiarkannya berkarat
Dia menanti, Dia menunggu
Aku berjalan lambat, mengulur waktu
Dia tak sabar ingin dekat
Mengulum senyum patrawali
Mulut terkunci
Hati bergejolak
Mulut terkunci
Hati bergejolak